Rabu, 25 Juli 2012

Rangkaian Audio Mixer

Gambar skema Rangkaian Audio Mixer beserta komponen dan cara pembuatannya

Rangkaian Audio Mixer adalah alat yang di gunakan untuk mengukur sinyal elektrik dari microphone studio, tape recorder dan sinyal processor. Audio mixer berfungsi sebagai alat pencampur dari beberapa unit audio menjadi satu keluaran audio.
Dari kebanyakan rangkaian audio mixer yang di jual di pasaran rata-rata menggunakan operator amp. Operator amp menggerakan ini dengan knob atau tombol, kemudian mengarahkan kembali sinyal ke tape recorder, monitor power amplifier dan sinyal processor.
Rangkaian Audio Mixer
Rangkaian Audio Mixer terdiri dari beberapa bagian, yaitu pre-amp, tone control dan adder. Selain berfungsi sebagai pencempuran dari beberapa input audio menjadi satu, audio mixer juga dapat berfungsi sebagai pemroses data.
Berdasarkan dari segi jenis, audio mixer di bedakan menjadi 2 yaitu audio mixer analog dan audio mixer digital. Fungsi dari keduanya pun hampir sama, yaitu untuk meramu getaran suara yang di kirim oleh input atau bisa juga oleh microphone. Input dari mixer ada dua jenis, yaitu jenis balance (600 ohm) dan input unbalance (1,2 K ohm – 47 K ohm).
Rangkaian Audio Mixer di artikan secara luas dapat di gunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik, sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi dan juga produksi pembuatan film.
Contoh yang paling sederhana dalam penerapan di atas adalah dalam suatu pertunjukan musik, misalnya sangatlah tidak efisien apabila kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian, baik suara vocal penyanyi dan alat-alat musik yang di mainkan oleh band pengiring. Di dalam masalah inilah audio mixer menjadi penting, karena sebagai titik pengumpul dari masing masing microphone yang terpasang, mengatur besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi dari vokal maupun musik akan dapat di capai sebelum kita menggunakan amplifier.
Rangkaian Mixer merupakan salah satu perangkat yang paling populer setelah microphone. Mungkin kebanyakan dari kita menyebutnya dengan mixer karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian menyeimbangkannya, menjadikannya dua stereo, kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhitnya ke speaker.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar